Bos Atletico Tolak Kibarkan Bendera Putih Hadapi Liga Champions

Bos dari Atletico Madrid yaitu Diego Simeone belum lama ini menolak untuk mengibarkan bendera putih dalam mengamankan sebuah tempat di final Liga Champions padahal saat ini mereka akan menjalani pertandingan leg kedua semifinal kompetisi tersebut dengan defisit 3-0.

Dalam pertandingan sebelumnya tepatnya tanggal 3 Mei lalu, Atletico menghadapi rival satu kotanya dengan hasil yang sangat menyedihkan. Mereka takluk dikandang lawan dengan kebobolan tiga kali dan tanpa balas.

Aksi pembobolan gawang mereka semuanya dilakukan oleh pemain yang sama yaitu Cristiano Ronaldo. Ia berhasil memastikan Madrid untuk mendapatkan peluang lebih besar untuk mempertahankan mahkota Liga Champions mereka dengan membuat agregat yang lebih lebar. Meskipun demikian, Atletico masih memiliki sebuah pertandingan balasanan Vicente Calderon yang akan diselenggarakan tanggal 11 Mei mendatang.

Namun sebelum Ia bertanding menghadapi Madrid, mereka menjalani terlebih dahulu menghadapi Eibar dalam ajang kompetisi La Liga putaran ke 36 dan mendapatkan hasil yang melegakan. Pasalnya mereka sempat kesulitan menaklukan tim lawan di Vicente Calderon, namun akhirnya tendangan Saul Niguez menyelamatkan seluruh poin dalam pertandingan tersebut.

Setelah pertandingan tersebut, Simeone pun diwawancarai perihal pertandingan selanjutnya di Liga Champions dan mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi timnya untuk melakukan hal sulit dilakukan oleh tim lainnya. Ia mengatakan, “Pada hari Rabu mendatang (waktu setempat). Atletico memiliki permainan yang sangat sulit dan tidak mungkin bagi tim lain pada umumnya. Namun hal itu tidak berlaku untuk kami , tidak ada yang tidak mungkin bagi kami”.

Ia pun menjelaskan pertandingan selanjutnya akan menjadi permainan yang akan berbeda sama sekali dengan sebelumnya dan mengatakan, “Pertandingan sebelumnya dan yang akan diselenggarakan besok, merupakan dua pertandingan yang berbeda. Memang kami babak belur beberapa hari yang lalu namun dipertandingan berikutnya tak kan mudah melakukan hal yang sama. Sekarang kamu harus sudah siap bermain dalam pertandingan besar.”.

Memang sangat jarang sebuah tim yang mampu membalaskan kekalahannya di leg kedua dan harus membuat keunggulan empat gol, kecuali saat Barcelona menghadapi Paris Saint Germain di kompetisi yang sama pada bulan Maret lalu.