Bale Puji Mantan Pelatihnya dan Staff Madrid

Gareth Bale yang sejatinya pemain sayap andalan Real Madrid, belum lama ini sempat memberikan pujian kepada mantan pelatihnya sebelum Zinedine Zidane yaitu Carlo Ancelotti. Ia pun juga sempat memuji juga untuk para staff Madrid yang bekerja dibalik layar yang memberikan kontribusi untuk memenuhi kebutuhan pemain Madrid pada umumnya.

Pemain yang asal Wales ini, memang telah  membela Madrid sejak musim panas 2013 lalu. Ia pergi dari klub yang bermain di Liga Inggris yaitu Tottenham Hotspurs dengan tebusan kurang lebih sekitar 100 juta Euro dengan masa kontrak selama lima tahun.

Saat ini pemain bernomor punggung 11 itu telah menjalani tahun keempatnya bermain di Santiago Bernabeu dan selama membela Madrid, Ia telah berperan aktif dalam memenangkan dua gelar juara Liga Champions. Dan kini, Ia pun ingin mendapatkan gelar yang sama secara beruntun ditambah gelar juara dari La Liga.

Dalam waktu dekat Bale bersama timnya akan menjalani Liga Champions yang telah memasuki perempat final di Allianz Arena. Mereka akan menghadapi pemuncak klasemen di Liga Jerman yaitu Bayern Munchen. Dan yang menariknya lagi, Munchen saat ini diracik oleh mantan pelatihnya yaitu Ancelotti, yang dipecat setahun setelah usai membawa Madrid memenangkan Champions league ke-10 mereka.

Secara pribadi sang pemain yang berusia 27 tahun tersebut mengakui bahwa dirinya telah banyak mendapat pengalaman yang berharga setelah ditangani oleh Ancelotti, seperti yang diungkapkannya kepada media Telegraph belum lama ini. “Ancelotti memiliki gaya yang tenang dan mudah bermain di bawah asuhannya, dia benar-benar manajer yang rileks,”.

Selain itu, Bale juga sempat menyampaikan pujiannya kepada staff Madrid, yang telah mempersiapkan semua kebutuhan para pemain secara maksimal menjelang laga penting. Namun masalahnya mereka akan bertandang ke kandang Munchen dimana mereka tak mendapatkan pelayanan seperti biasanya. Ia mengatakan,¬† “Staff di Madrid amat luar biasa. Mereka menyiapkan detail kecil yang menurut mereka sangat penting. Namun mendapatkan konsistensi akan menjadi kendala , ketika anda harus terus terbang dari pertandingan yang digelar di malam hari, seperti di Munich.”.