Atletico Akali Larangan Transfer Pemain Dengan Memanggil Kranevitter.

Matias Kranevitter Diego Simeone Atletico Madrid, Matias Kranevitter Diego Simeone, Atletico Madrid, Matias Kranevitter, Diego Simeone Atletico Madrid, Diego Simeone Atletico Madrid, Matias Kranevitter, La liga, Liga Spanyol
Matias Kranevitter Diego Simeone Atletico Madrid

Keputusan pada hari kamis lalu waktu setempat bahwa terdapat larangan transfer untuk klub Atletico Madrid hingga musim dingin mendatang, akan memiliki banyak konsekuensi baik langsung ataupun tidak bagi klub tersebut.

Dengan larangan transfer pemain, jelas mereka tidak bisa mendatangkan pemain baru pada musim panas ini. Hal ini akan mengakibatkan pemain yang sedang mereka incar akan berpeluang memperpanjang kontrak baru di klubnya, yang tentunya akan diiringi klausal penebusan yang tinggi, dan ini akan merugikan Atletico. Belum lagi jika ada klub lain yang menginginkan pemain yang sedang diincarnya, maka peluang mereka mendapatkan sang pemain akan menjadi tipis.

Namun walaupun mereka mendapat larangan perekrutan musim ini, mereka bisa mengakali penambahan bala bantuan di tengah musim pertamanya dengan cara menarik kembali pemain yang sedang dipinjamkan ke klub lain, seperti Matias Kranevitter. Dikabarkan Diego Simeone selaku manajer Atletico, ingin menariknya kembali ke klub di memperkuat di musim depan.

Kranevitter mengawali karir melalui akademis di Club Atletico River Plate tahun 2007 lalu. Dengan aksinya yang mengagumkan bersama tim U20m akhirnya ia direkrut oleh bermain di liga utama di Primera Division, Argentina, empat tahun kemudian. Tahun 2014 . Ia menjadi starter tim hingga akhirnya dilirik oleh Atletico Madrid.

Setelah ditebus dengan nilai 8 juta Euro, Atletico tak segera memainkannya, pasalnya River Plate meminjamkannya selama setengah musim namun setelahnya ia masih belum mampu mengamankan posisinya, dan cenderung menjadi cadangan. Pada musim 2016 Ia pun akhirnya dipinjamkan menuju Sevilla dengan jangka panjang.

Namun sepertinya Simeone sangat membutuhkan bala bantuan setelah musim ini mereka sulit mengungguli rivalnya Barcelona dan Real Madrid dan juga tak mampu mencapai final di Liga Champions. Dan karena masalah larangan perekrutan pemain di bursa transfer musim panas, maka ini adalah kesempatan untuk pemain berusia 24 tahun tersebut unjuk gigi.

Apalagi kepergian Tiago Mendes yang sudah berusia 36 tahun, membuka jalan untuknya dan seandainya ia mampu tampil apik, Ia berkesempatan untuk menimba ilmu dengan mantan pelatihnya di Sevilla , Jorge Sampaoli, di timnas Argentina dan yang akan membantunya ke level yang lebih tinggi.