Angel Di Maria Akui Nyaris Tinggalkan PSG Untuk Menuju Barcelona

Angel Di Maria, Paris SAint Germain, Barcelona
Angel Di Maria hampir tinggalkan PSG untuk Barcelona

 

Angel Di Maria telah mengakui bahwa ia hampir meninggalkan Paris Saint-Germain pada musim panas lalu. Saat itu Ia akan menuju Barcelona walaupun sebelumnya ia pernah membela rival klubnya, Real Madrid. Namun ia tak menyesali kegagalan kepindahannya itu.

Pemain gelandang internasional Argentina itu bergabung dengan PSG dari Manchester United pada Agustus 2015 lalu, namun Ia semakin sulit menemukan tempat untuk bermain secara reguler terutama sejak kedatangan dua pendatang baru di musim panas kemarin, yang ditebus dengan harga fantastis memecahkan rekor pemain termahal di dunia, Neymar dan Kylian Mbappe.

Namun demikian, dia telah menunjukkan sekilas bakatnya saat diberi kesempatan untuk bersinar, mencatat sebuah gol dan empat assist dalam waktu hampir 600 menit pertandingan, dan dia telah mengakui bahwa dia hampir pindah ke Barca di musim panas lalu, padahal, Ia telah bermain dalam peran penting saat memimpin saingan berat mereka ke Liga Champions yang sukses pada musim panas 2013-14.

“Saya hampir bergabung dengan Barcelona” katanya kepada ESPN. “Sulit pergi ke klub seperti itu. Itu tidak dilakukan, tapi hidup terkadang memiliki kejutan, Anda tidak pernah tahu. ”

Ia menambahkan, “Kesempatan untuk pergi ke sana ternyata tidak terpengaruh oleh kenyataan bahwa saya telah mengenakan kemeka putih Real Madrid. Saya mungkin disiuli di Camp Nou sebelumnya, tapi itu tidak signifikan. ”

“Selain Newell’s Old Boys, karena saya adalah pendukung Rosario Central, saya bisa bermain dimana saja. Dan kemanapun saya pergi, saya akan selalu memberikan yang maksimal. “, jelasnya.

Di Maria juga sempat berbicara tentang insiden dari ‘hukuman penalti’ di PSG, saat Edinson Cavani dan Neymar bersiter untuk menentukan siapa yang pantas mengeksekusinya saat menghadapi Lyon di awal musim ini.

“Saya rasa itu normal,” katanya. “Ini adalah dua pemain yang suka mencetak gol. Mereka biasa menerima penalti dan tendangan bebas. Ini diharapkan pada suatu saat, jika tidak ada kesepakatan, sesuatu seperti itu bisa terjadi. ” ungkapnya, “Tapi tidak apa-apa, sudah ada solusinya dan pelatih inilah yang akan memutuskan. Dan mereka sama-sama menghormati pelatih.”.

Saat ini, pemain berusia 29 tahun tersebut percaya bahwa PSG merupakan salah satu tim terbaik di Eropa saat ini.

“PSG berjalan sangat baik,” tegasnya. “Kami memiliki banyak kedalaman dan memiliki tim yang bisa bertarung sampai akhir di Liga Champions, tapi terkadang memiliki pemain terbaik tidak berarti Anda akan memenangkan kompetisi itu.”.

PSG sendiri berada diperingkat pertama klasmen, dengan empat poin unggul dengan peringkat dibawahnya, yang diisi oleh jawara musim lalu, AS Monaco.